Penyebab asam lambung menjadi tinggi biasanya karena mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Misalkan makanan yang terlalu pedas, asam, atau yang mengandung banyak penyedap rasa. Karena itu salah satu cara pencegahan agar asam lambung tidak naik adalah dengan membiasakan mengkonsumsi makanan yang sehat.
Ada berbagai gangguan sistem pencernaaan atau penyakit yang mungkin terjadi dan sering dibiarkan oleh banyak orang. Masalah pencernaan yang paling umum adalah penyakit naiknya asam lambung atau gastro-esophageal reflux, sebagian besar dikenal dengan penyakit maag. Penyakit naiknya asam lambung dapat mempengaruhi umur yang berbeda dari bayi, remaja, dan juga orang dewasa. Gangguan ini harus di beri perhatian khusus karena dapat menyebabkan masalah yang lebih serius yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan.
Penyebab asam lambung naik, bisa diketahui dari gejalanya. Gejala seperti rasa panas di dada atau tenggorokan, suara mendesah, suara serak atau gejala lainnya yang sama tidak boleh dibiarkan, karena gejala naiknya asam lambung juga sama dengan serangan jantung. Seseorang dengan gejala ini harus cepat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukkan apakah memiliki penyakit asam lambung atau gejala serangan jantung. Setelah dokter mendiagnosis seseorang dengan penyakit naiknya asam lambung, maka mereka harus menggunakan obat yang tepat untuk menangani kondisi ini dan mencegah masalah lebih lanjut.
Banyak orang mengetahui, penyakit naiknya asam lambung dapat terjadi kapan saja tetapi mungkin juga terjadi setelah mengkonsumsi makanan berat dengan kadar asam tinggi. Dengan demikian, setiap orang harus menghindari makanan yang sangat asam untuk mencegah asam lambung naik. Bahkan makanan yang digoreng dan berlemak juga harus dihindari. Jenis makanan ini dapat menyebabkan gejala yang lebih parah yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan. Bahkan cokelat juga dianggap sebagai makanan yang dipantang seseorang dengan penyakit naiknya asam lambung karena cokelat juga bersifat sangat asam.
Jika Anda mempunyai asam lambung, cobalah mengubah diet Anda dengan memilih makanan yang tepat dan sehat. Hindari makanan dengan tomat dan buah jeruk karena tomat dan buah jeruk juga bersifat sangat asam. Makanan dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, lada merah atau hitam, dan bubuk cabai bisa menyebabkan kondisi lebih parah. dan jahe merupakan obat alami yang bisa dipakai untuk meredakan penyebab asam lambung.
Berikut adalah beberapa makanan yang harus dihindari oleh seseorang penderita naiknya asam lambung. Makanan berlemak seperti hamburger dan hot dog merupakan salah satu penyebab asam lambung menjadi tinggi. Sayuran tertentu juga dapat menjadi penyebab asam lambung seperti kembang kol, kubis brussel, kol, dan brokoli juga dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Yang paling penting hindari kafein yang ada dalam teh, kopi, dan soda. Karena kafein menyebabkan sekresi asam lambung yang dapat menyebabkan masalah naiknya asam lambung.
Ada metode lain untuk membantu menghilangkan penyakit naiknya asam lambung yang tidak disebabkan oleh makanan, hal ini dilakukan dengan membatasi asupan makanan anda. Biasanya, makanan berat dalam satu waktu bisa menyebabkan naiknya asam lambung daripada makan dengan porsi sedikit di setiap waktu makan. Mengkonsumsi makanan berat dapat menyebabkan masalah perut karena makanan tidak dapat dicerna dengan baik didalam perut, sehingga menajdi penyebab asam asam lambung menjadi naik.
Penyakit naiknya asam lambung merupakan suatu keadaan yang membutuhkan perhatian. Hal ini bisa menyebabkan keadaan yang lebih buruk jika tanpa pengawasan. Seseorang harus mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kemungkinan naiknya asam lambung, dan hindari juga makanan yang bisa menyebabkan terjadi naiknya asam lambung pada dirinya. Belajarlah untuk mendiagnosa masalah yang disebabkan oleh naiknya asam lambung dan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari kemungkinan terjadinya gangguan ini dengan menghindari makanan yang mungkin menjadi penyebab asam lambung menjadi tinggi.
Demikian artikel mengenai penyebab asam lambung, semoga dengan mengetahuinya kita bisa menghindari penyakit asam lambung. Salam sehat!!
Sumber : asamlambung.org
Kamis, 29 November 2012
Rabu, 28 November 2012
Penyakit Asam Lambung
Jika Anda terbiasa makan makanan yang pedas, berminyak, terlalu asam, atau bahkan sering terlambat makan, maka penyakit asam lambung bisa mengintai Anda. Apabila penyakit asam lambung sudah menimpa Anda, maka segera obati, sebelum penyakit ini menjadi lebih parah.
Gangguan pada lambung yaitu meningkatnya produksi asam lambung yang lebih dikenal dengan penyakit maag merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa disepelekan. Meski terkesan penyakit ringan, tetapi jika penderita penyakit asam lambung ini terlalu sering mengidapnya, lama kelamaan dapat juga menimbulkan kanker lambung. Banyak penderita kanker lambung yang gagal disembuhkan dan akhirnya meninggal dunia.
Pada umumnya, masyarakat menganggap bahwa munculnya penyakit asam lambung ini karena terlambat makan atau makan secara tidak teratur. Padahal, ada beberapa hal lain sebagai pemicu naiknya asam lambung yang berlebihan, diantaranya :
Asupan makanan yang kurang baik (makan makanan yang asam, pedas, minum minuman beralkohol dan kopi )
Stres. Stres merupakan salah satu penyebab dari berbagai macam penyakit, jadi bukan hanya penyakit asam lambung saja. Sebab, ketika seseorang mengalami stres, otomatis imun tubuh akan menurun, sehingga semua jenis penyakit dapat dengan mudah memasuki tubuh.
Penggunaan obat-obatan untuk menurunkan berat badan. Pada beberapa obat, ada zat yang dapat merusak asam lambung. Karena itu sebaiknya kurangi konsumsi obat-obatan, sebab selain terkena penyakit asam lambung, penyakit liver pun bisa mengintai.
Merokok. Di dalam sebuah rokok, terdapat banyak zat yang dapat merusak tubuh terutama organ lambung. Selain akan terkena penyakit asam lambung, penyakit lain yang lebih berbahayapun bisa menghinggapi.
Dalam tingkat yang wajar, penderita penyakit asam lambung dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat maag yang tersedia di apotek dan toko obat. Biasanya obat tersebut diminum atau dikunyah satu jam sebelum makan. Tetapi bagi penderita penyakit maag kronis, penanganan dokter atau pihak medis sangat diperlukan untuk membantu pemulihan dan penetralan asam lambung yang berlebihan itu. Sebenarnya mengobati penyakit asam lambung dengan obat-obat medis, jika dilakukan bertahun-tahun akan menimbulkan komplikasi penyakit lain. Misalnya penyakit liver atau penyakit ginjal. Karena itu sebaiknya pengobatan dilakukan dengan cara tradisional, agar efek jangka panjang dari pengobatan bisa dikurangi atau bahkan tidak ada efek sampingnya.
Gejala Penyakit Asam Lambung
Gejala penyakit asam lambung untuk tahap awal biasanya penderita mengalami kembung, mual, sendawa dan cepat merasa kenyang. Selanjutnya diikuti dengan perih pada lambung, pusing kepala sebelah / migrain, muntah bahkan mencret. Ada pula gejala yang tidak disadari oleh penderita seperti rasa pahit di mulut. Rasa pahit ini timbul karena asam lambung yang berlebihan mendorong naik ke kerongkongan sehingga kadang kala timbul rasa asam ataupun pahit pada kerongkongan dan mulut.
Gaya Hidup Sehat Yang Dianjurkan
Untuk mencegah dan mengurangi kambuhnya penyakit asam lambung, maka lakukanlah gaya hidup sehat seperti dibawah ini:
Usahakan makan secara teratur, dan hindari makanan atau minuman pencetus asam lambung tinggi ( makanan yang terlalu pedas, asam, berlemak, terlalu manis, terlalu banyak minum kopi, minuman soda, minuman keras )
Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stres, karena asam lambung juga erat hubungannya dengan stres. Mencoba menjalani hidup dengan lebih rileks dan teratur.
Mengonsumsi kunyit, temulawak, madu, bawang putih, daging tanaman lidah buaya dapat mengurangi asam lambung berlebihan.
Saat lambung terasa perih, usahakan setiap 2-3 jam lambung diisi dengan makanan, tetapi jangan sampai terlalu kenyang.
Jika merokok sebaiknya berhenti merokok, namun jika tidak bisa, kurangi merokok. Sebab dalam sebuah rokok terdapat zat yang berbahaya bagi tubuh.
Penyakit asam lambung ini memang sulit disembuhkan, tetapi tingkat kekronisannya bisa dikurangi. Mungkin terlihat membaik, tetapi suatu saat akan kambuh kembali. Miliki pola makan teratur dan gaya hidup sehat. Terutama jangan sepelekan penyakit asam lambung anda, karena penyakit remeh ini memiliki bahaya yang besar jika terjadi secara berulang-ulang dan menahun.
Gangguan pada lambung yaitu meningkatnya produksi asam lambung yang lebih dikenal dengan penyakit maag merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa disepelekan. Meski terkesan penyakit ringan, tetapi jika penderita penyakit asam lambung ini terlalu sering mengidapnya, lama kelamaan dapat juga menimbulkan kanker lambung. Banyak penderita kanker lambung yang gagal disembuhkan dan akhirnya meninggal dunia.
Pada umumnya, masyarakat menganggap bahwa munculnya penyakit asam lambung ini karena terlambat makan atau makan secara tidak teratur. Padahal, ada beberapa hal lain sebagai pemicu naiknya asam lambung yang berlebihan, diantaranya :
Asupan makanan yang kurang baik (makan makanan yang asam, pedas, minum minuman beralkohol dan kopi )
Stres. Stres merupakan salah satu penyebab dari berbagai macam penyakit, jadi bukan hanya penyakit asam lambung saja. Sebab, ketika seseorang mengalami stres, otomatis imun tubuh akan menurun, sehingga semua jenis penyakit dapat dengan mudah memasuki tubuh.
Penggunaan obat-obatan untuk menurunkan berat badan. Pada beberapa obat, ada zat yang dapat merusak asam lambung. Karena itu sebaiknya kurangi konsumsi obat-obatan, sebab selain terkena penyakit asam lambung, penyakit liver pun bisa mengintai.
Merokok. Di dalam sebuah rokok, terdapat banyak zat yang dapat merusak tubuh terutama organ lambung. Selain akan terkena penyakit asam lambung, penyakit lain yang lebih berbahayapun bisa menghinggapi.
Dalam tingkat yang wajar, penderita penyakit asam lambung dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat maag yang tersedia di apotek dan toko obat. Biasanya obat tersebut diminum atau dikunyah satu jam sebelum makan. Tetapi bagi penderita penyakit maag kronis, penanganan dokter atau pihak medis sangat diperlukan untuk membantu pemulihan dan penetralan asam lambung yang berlebihan itu. Sebenarnya mengobati penyakit asam lambung dengan obat-obat medis, jika dilakukan bertahun-tahun akan menimbulkan komplikasi penyakit lain. Misalnya penyakit liver atau penyakit ginjal. Karena itu sebaiknya pengobatan dilakukan dengan cara tradisional, agar efek jangka panjang dari pengobatan bisa dikurangi atau bahkan tidak ada efek sampingnya.
Gejala Penyakit Asam Lambung
Gejala penyakit asam lambung untuk tahap awal biasanya penderita mengalami kembung, mual, sendawa dan cepat merasa kenyang. Selanjutnya diikuti dengan perih pada lambung, pusing kepala sebelah / migrain, muntah bahkan mencret. Ada pula gejala yang tidak disadari oleh penderita seperti rasa pahit di mulut. Rasa pahit ini timbul karena asam lambung yang berlebihan mendorong naik ke kerongkongan sehingga kadang kala timbul rasa asam ataupun pahit pada kerongkongan dan mulut.
Gaya Hidup Sehat Yang Dianjurkan
Untuk mencegah dan mengurangi kambuhnya penyakit asam lambung, maka lakukanlah gaya hidup sehat seperti dibawah ini:
Usahakan makan secara teratur, dan hindari makanan atau minuman pencetus asam lambung tinggi ( makanan yang terlalu pedas, asam, berlemak, terlalu manis, terlalu banyak minum kopi, minuman soda, minuman keras )
Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stres, karena asam lambung juga erat hubungannya dengan stres. Mencoba menjalani hidup dengan lebih rileks dan teratur.
Mengonsumsi kunyit, temulawak, madu, bawang putih, daging tanaman lidah buaya dapat mengurangi asam lambung berlebihan.
Saat lambung terasa perih, usahakan setiap 2-3 jam lambung diisi dengan makanan, tetapi jangan sampai terlalu kenyang.
Jika merokok sebaiknya berhenti merokok, namun jika tidak bisa, kurangi merokok. Sebab dalam sebuah rokok terdapat zat yang berbahaya bagi tubuh.
Penyakit asam lambung ini memang sulit disembuhkan, tetapi tingkat kekronisannya bisa dikurangi. Mungkin terlihat membaik, tetapi suatu saat akan kambuh kembali. Miliki pola makan teratur dan gaya hidup sehat. Terutama jangan sepelekan penyakit asam lambung anda, karena penyakit remeh ini memiliki bahaya yang besar jika terjadi secara berulang-ulang dan menahun.
Selasa, 27 November 2012
Gastritis!!?
Gastritis merupakan penyakit yang menyerang daerah lambung. Penyakit ini sering menyerang pada orang yang terbiasa makan makanan yang terlalu asam, pedas atau bahkan sering telat makan. Gastritis bisa bertambah parah jika tidak segera disembuhkan.
Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa yunani yaitu gastro, yang berarti perut atau lambung dan itis yang berarti inflamasi atau peradangan. Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan peradangan pada lambung.
Biasanya, peradangan tersebut merupakan akibat dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang dapat mengakibatkan borok di lambung yaitu Helicobacter pylori. Tetapi faktor-faktor lain seperti trauma fisik dan pemakaian secara terus menerus beberapa obat penghilang sakit dapat juga menyebabkan gastritis. Pada beberapa kasus, gastritis dapat menyebabkan terjadinya borok (ulcer) dan dapat meningkatkan risiko dari kanker lambung. Akan tetapi bagi banyak orang, gastritis bukanlah penyakit yang serius dan dapat segera membaik dengan pengobatan.
Walaupun banyak kondisi yang dapat menyebabkan gastritis, gejala dan tanda-tanda penyakit ini sama antara satu dengan yang lainnya.
Gejala-gejala tersebut antara lain:
Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan
Mual
Muntah
Kehilangan selera
Kembung
Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
Kehilangan berat badan
Gastritis yang terjadi tiba-tiba (akut) biasanya mempunyai gejala mual dan sakit pada perut bagian atas. Sedangkan gastritis kronis yang berkembang secara bertahap biasanya mempunyai gejala seperti sakit yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau kehilangan selera. Bagi sebagian orang, gastritis kronis tidak menyebabkan apapun. Kadang, gastritis dapat menyebabkan pendarahan pada lambung, tapi hal ini jarang menjadi parah kecuali bila pada saat yang sama juga terjadi borok pada lambung. Pendarahan pada lambung dapat menyebabkan muntah darah atau terdapat darah pada feces dan memerlukan perawatan segera.
Karena gastritis merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit pencernaan dengan gejala-gejala yang mirip antara satu dengan yang lainnya, menyebabkan penyakit ini mudah dianggap sebagai penyakit lainnya seperti:
Gastroenteritis. Juga disebut sebagai flu perut (stomach flu), yang biasanya terjadi akibat infeksi virus pada usus. Gejalanya meliputi diare, kram perut dan mual atau muntah, juga ketidaksanggupan untuk mencerna. Gejala dari gastroenteritis sering hilang dalam satu atau dua hari sedangkan untuk gastritis dapat terjadi terus menerus.
Heartburn. Rasa sakit seperti terbakar yang terasa di belakang tulang dada ini biasanya terjadi setelah makan. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan masuk ke dalam esophagus (saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dan perut). Heartburn dapat juga menyebabkan rasa asam pada mulut dan terasa sensasi makanan yang sebagian sudah dicerna kembali ke mulut.
Stomach ulcers. Jika rasa perih dan panas dalam perut terjadi terus menerus dan parah, maka hal itu kemungkinan disebabkan karena adanya borok dalam lambung. Stomach (peptic) ulcer atau borok lambung adalah luka terbuka yang terjadi dalam lambung. Gejala yang paling umum adalah rasa sakit yang menjadi semakin parah ketika malam hari atau lambung sedang kosong. Gastritis dan stomach ulcers mempunyai beberapa penyebab yang sama, terutama infeksi H.pylori. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya gastritis dan begitu juga sebaliknya.
Nonulcer dyspepsia. Merupakan kelainan fungsional yang tidak terkait pada penyakit tertentu. Penyebab pasti keadaan ini tidak diketahui, tetapi stress dan terlalu banyak mengkonsumsi gorengan, makanan pedas atau makanan berlemak diduga dapat mengakibatkan keadaan ini. Gejalanya adalah sakit pada perut atas, kembung dan mual.
Penyebab Gastritis
Lambung adalah sebuah kantung otot yang kosong, terletak pada bagian kiri atas perut tepat dibawah tulang iga. Bila lambung dalam keadaan kosong, maka ia akan melipat, mirip seperti sebuah akordion. Ketika lambung mulai terisi dan mengembang, lipatan-lipatan tersebut secara bertahap membuka.
Salah satu komponen cairan lambung adalah asam hidroklorida. Asam ini sangat korosif sehingga paku besi pun dapat larut dalam cairan ini. Dinding lambung dilindungi oleh mukosa-mukosa bicarbonate (sebuah lapisan penyangga yang mengeluarkan ion bicarbonate secara regular sehingga menyeimbangkan keasaman dalam lambung) sehingga terhindar dari sifat korosif asam hidroklorida.
Gastritis biasanya terjadi ketika mekanisme pelindung ini kewalahan dan mengakibatkan rusak dan meradangnya dinding lambung.
Beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya gastritis antara lain:
Infeksi bakteri.
Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus.
Penggunaan alkohol secara berlebihan.
Penggunaan kokain.
Stres fisik.
Kelainan autoimmune.
Crohn’s disease.
Radiasi and kemoterapi.
Penyakit bile reflux. Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencerna lemak-lemak dalam tubuh.
*Faktor-faktor lain gastritis sering juga dikaitkan dengan konsisi kesehatan lainnya seperti HIV/AIDS, infeksi oleh parasit, dan gagal hati atau ginjal.
Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa yunani yaitu gastro, yang berarti perut atau lambung dan itis yang berarti inflamasi atau peradangan. Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan peradangan pada lambung.
Biasanya, peradangan tersebut merupakan akibat dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang dapat mengakibatkan borok di lambung yaitu Helicobacter pylori. Tetapi faktor-faktor lain seperti trauma fisik dan pemakaian secara terus menerus beberapa obat penghilang sakit dapat juga menyebabkan gastritis. Pada beberapa kasus, gastritis dapat menyebabkan terjadinya borok (ulcer) dan dapat meningkatkan risiko dari kanker lambung. Akan tetapi bagi banyak orang, gastritis bukanlah penyakit yang serius dan dapat segera membaik dengan pengobatan.
Walaupun banyak kondisi yang dapat menyebabkan gastritis, gejala dan tanda-tanda penyakit ini sama antara satu dengan yang lainnya.
Gejala-gejala tersebut antara lain:
Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan
Mual
Muntah
Kehilangan selera
Kembung
Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
Kehilangan berat badan
Gastritis yang terjadi tiba-tiba (akut) biasanya mempunyai gejala mual dan sakit pada perut bagian atas. Sedangkan gastritis kronis yang berkembang secara bertahap biasanya mempunyai gejala seperti sakit yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau kehilangan selera. Bagi sebagian orang, gastritis kronis tidak menyebabkan apapun. Kadang, gastritis dapat menyebabkan pendarahan pada lambung, tapi hal ini jarang menjadi parah kecuali bila pada saat yang sama juga terjadi borok pada lambung. Pendarahan pada lambung dapat menyebabkan muntah darah atau terdapat darah pada feces dan memerlukan perawatan segera.
Karena gastritis merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit pencernaan dengan gejala-gejala yang mirip antara satu dengan yang lainnya, menyebabkan penyakit ini mudah dianggap sebagai penyakit lainnya seperti:
Gastroenteritis. Juga disebut sebagai flu perut (stomach flu), yang biasanya terjadi akibat infeksi virus pada usus. Gejalanya meliputi diare, kram perut dan mual atau muntah, juga ketidaksanggupan untuk mencerna. Gejala dari gastroenteritis sering hilang dalam satu atau dua hari sedangkan untuk gastritis dapat terjadi terus menerus.
Heartburn. Rasa sakit seperti terbakar yang terasa di belakang tulang dada ini biasanya terjadi setelah makan. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan masuk ke dalam esophagus (saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dan perut). Heartburn dapat juga menyebabkan rasa asam pada mulut dan terasa sensasi makanan yang sebagian sudah dicerna kembali ke mulut.
Stomach ulcers. Jika rasa perih dan panas dalam perut terjadi terus menerus dan parah, maka hal itu kemungkinan disebabkan karena adanya borok dalam lambung. Stomach (peptic) ulcer atau borok lambung adalah luka terbuka yang terjadi dalam lambung. Gejala yang paling umum adalah rasa sakit yang menjadi semakin parah ketika malam hari atau lambung sedang kosong. Gastritis dan stomach ulcers mempunyai beberapa penyebab yang sama, terutama infeksi H.pylori. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya gastritis dan begitu juga sebaliknya.
Nonulcer dyspepsia. Merupakan kelainan fungsional yang tidak terkait pada penyakit tertentu. Penyebab pasti keadaan ini tidak diketahui, tetapi stress dan terlalu banyak mengkonsumsi gorengan, makanan pedas atau makanan berlemak diduga dapat mengakibatkan keadaan ini. Gejalanya adalah sakit pada perut atas, kembung dan mual.
Penyebab Gastritis
Lambung adalah sebuah kantung otot yang kosong, terletak pada bagian kiri atas perut tepat dibawah tulang iga. Bila lambung dalam keadaan kosong, maka ia akan melipat, mirip seperti sebuah akordion. Ketika lambung mulai terisi dan mengembang, lipatan-lipatan tersebut secara bertahap membuka.
Salah satu komponen cairan lambung adalah asam hidroklorida. Asam ini sangat korosif sehingga paku besi pun dapat larut dalam cairan ini. Dinding lambung dilindungi oleh mukosa-mukosa bicarbonate (sebuah lapisan penyangga yang mengeluarkan ion bicarbonate secara regular sehingga menyeimbangkan keasaman dalam lambung) sehingga terhindar dari sifat korosif asam hidroklorida.
Gastritis biasanya terjadi ketika mekanisme pelindung ini kewalahan dan mengakibatkan rusak dan meradangnya dinding lambung.
Beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya gastritis antara lain:
Infeksi bakteri.
Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus.
Penggunaan alkohol secara berlebihan.
Penggunaan kokain.
Stres fisik.
Kelainan autoimmune.
Crohn’s disease.
Radiasi and kemoterapi.
Penyakit bile reflux. Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencerna lemak-lemak dalam tubuh.
*Faktor-faktor lain gastritis sering juga dikaitkan dengan konsisi kesehatan lainnya seperti HIV/AIDS, infeksi oleh parasit, dan gagal hati atau ginjal.
Senin, 26 November 2012
Kanker Lambung
Penyakit kanker lambung merupakan penyakit yang terjadi pada lambung. Penyakit ini termasuk penyakit yang umum terjadi dibeberapa negara, salah satunya di Amerika. Usia rata-rata penderita penyakit kanker lambung adalah 45 tahun ke atas. Walaupun begitu ada kasus-kasus dimana penderita penyakit ini dibawah umur 45 tahun.
Sejauh ini, penderita kanker lambung di Indonesia kebanyakan orang-orang yang berusia di atas 45 tahun dan lebih sering terjadi pada kaum laki-laki. Seperti kebanyakan jenis kanker lainnya, penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti.
Namun menurut beberapa pakar, penyebab penyakit kanker lambung diduga karena adanya bakteri helicobacter pylori, pola makan yang kurang sehat, kurang mengkonsumsi serat sayur atau buah dan pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol serta makan makanan yang dibakar.
Akan tetapi hal tersebut merupakan faktor-faktor penyebab dan tidak bisa disebutkan hanya salah satu karena untuk menyebabkan terjadinya kanker dibutuhkan banyak faktor yang terlibat.
Pada stadium awal, penyakit kanker lambung gejalanya tidak jelas. Inilah yang menyebabkan pasien kanker lambung sering datang ke dokter dalam kondisi sudah berada di stadium lanjut. Gejala pada stadium ini dapat berupa rasa panas pada ulu hati, penurunan berat badan dan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.
Sedangkan gejala pada stadium lanjut dapat berupa rasa nyeri pada bagian perut atas, mual, muntah, penurunan berat badan yang drastis, muntah darah, buang air besar hitam, anemia dan disertai gejala-gejala penyebaran di organ lain. Misalnya saja pembesaran hati, sakit kuning, pembesaran perut karena pengumpulan cairan atau asites, dan lain sebagainya.
Gejala penyakit kanker lambung bisa dirancukan dengan penyakit tukak lambung atau sakit maag. Hal ini disebabkan gejala yang dikeluhkan hampir sama. Keluhan sakit maag, belum tentu bisa menjadi awal gejala penyakit kanker lambung.
Bila keluhan membaik setelah pengobatan atau bahkan tidak muncul lagi, mungkin itu hanya sakit maag. Namun bila setelah diobati, keluhan tidak berkurang, sebaiknya perlu diwaspadai akan kemungkinan munculnya penyakit kanker lambung.
Produk hewani mengandung beberapa senyawa penyebab kanker yang meningkatkan risiko terkena penyakit kanker lambung. Orang yang memiliki riwayat keluarga yang kuat terkena penyakit kanker lambung dan yang makan daging merah dalam jumlah tinggi tampak memiliki hampir 25 kali lipat peningkatan risiko penyakit ini, dibandingkan dengan orang lain.
Mengatur Pola Makan
Secara khusus, adalah bijaksana untuk menghindari produk hewani yang mengandung nitrat. Daging merah dan daging olahan yang mengandung nitrat meningkatkan risiko penyakit kanker lambung sebanyak tiga kali lipat. Nitrat digunakan sebagai pengawet dalam berbagai jenis daging. Ia dapat mengakibatkan pembentukan nitrosamin, yang dikenal bersifat karsinogen.
Selain itu, kolesterol dan asupan protein hewani terkait dengan subtipe beberapa penyakit kanker lambung dan kerongkongan (esofagus). Daging merah juga mengandung tingkat besi heme yang sangat tinggi, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker saluran pencernaan, termasuk kanker lambung. Diantara cara mengatur pola makan agar terhindari dari penyakit kanker lambung diantaranya adalah:
Pola makan tinggi buah dan sayuran
Peningkatan asupan buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung. Ini mungkin karena antioksidan dalam jumlah tinggi, mengurangi pembentukan nitrosamin.
Mengganti biji olahan dengan biji-bijian utuh
Asupan biji-bijian utuh (misalkan beras merah) dan serat makanan dikaitkan dengan penurunan tajam risiko kanker lambung. Sebaliknya, beberapa laporan menunjukkan bahwa konsumsi tinggi karbohidrat olahan meningkatkan risiko, mungkin karena konsumsi buah dan sayur lebih rendah dalam kasus ini.
Menghindari makanan yang asin
Natrium dapat mengiritasi lambung. Tingginya penggunaan garam meja dikaitkan dengan risiko kanker lambung, terutama di Asia, yang sering makan ikan asin, makanan olahan atau asin, dan makanan kedelai yang difermentasi dengan tambahan natrium.
Memelihara berat badan yang sehat
Orang gemuk memiliki risiko dua sampai empat kali lipat mengembangkan kanker lambung, dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal. Orang yang paling gemuk memiliki risiko hampir sembilan kali lipat.
Pola makan nabati tidak hanya bebas dari kolesterol dan lemak hewan, melainkan juga berguna untuk menurunkan berat badan. Pilihan terbaik adalah biji-bijian utuh (misalkan beras merah), sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, tanpa tambahan minyak. Dalam studi penelitian menggunakan pola makan nabati, rata-rata penurunan berat badan sekitar 0,45 kg per minggu.
Pasien yang didiagnosis dengan penyakit kanker lambung yang pola makannya lebih rendah dalam daging hewan memiliki kenaikan angka harapan hidup dibandingkan dengan pasien yang tidak menjalani pembatasan pola makan.
Dari berbagai sumber
Sejauh ini, penderita kanker lambung di Indonesia kebanyakan orang-orang yang berusia di atas 45 tahun dan lebih sering terjadi pada kaum laki-laki. Seperti kebanyakan jenis kanker lainnya, penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti.
Namun menurut beberapa pakar, penyebab penyakit kanker lambung diduga karena adanya bakteri helicobacter pylori, pola makan yang kurang sehat, kurang mengkonsumsi serat sayur atau buah dan pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol serta makan makanan yang dibakar.
Akan tetapi hal tersebut merupakan faktor-faktor penyebab dan tidak bisa disebutkan hanya salah satu karena untuk menyebabkan terjadinya kanker dibutuhkan banyak faktor yang terlibat.
Pada stadium awal, penyakit kanker lambung gejalanya tidak jelas. Inilah yang menyebabkan pasien kanker lambung sering datang ke dokter dalam kondisi sudah berada di stadium lanjut. Gejala pada stadium ini dapat berupa rasa panas pada ulu hati, penurunan berat badan dan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.
Sedangkan gejala pada stadium lanjut dapat berupa rasa nyeri pada bagian perut atas, mual, muntah, penurunan berat badan yang drastis, muntah darah, buang air besar hitam, anemia dan disertai gejala-gejala penyebaran di organ lain. Misalnya saja pembesaran hati, sakit kuning, pembesaran perut karena pengumpulan cairan atau asites, dan lain sebagainya.
Gejala penyakit kanker lambung bisa dirancukan dengan penyakit tukak lambung atau sakit maag. Hal ini disebabkan gejala yang dikeluhkan hampir sama. Keluhan sakit maag, belum tentu bisa menjadi awal gejala penyakit kanker lambung.
Bila keluhan membaik setelah pengobatan atau bahkan tidak muncul lagi, mungkin itu hanya sakit maag. Namun bila setelah diobati, keluhan tidak berkurang, sebaiknya perlu diwaspadai akan kemungkinan munculnya penyakit kanker lambung.
Produk hewani mengandung beberapa senyawa penyebab kanker yang meningkatkan risiko terkena penyakit kanker lambung. Orang yang memiliki riwayat keluarga yang kuat terkena penyakit kanker lambung dan yang makan daging merah dalam jumlah tinggi tampak memiliki hampir 25 kali lipat peningkatan risiko penyakit ini, dibandingkan dengan orang lain.
Mengatur Pola Makan
Secara khusus, adalah bijaksana untuk menghindari produk hewani yang mengandung nitrat. Daging merah dan daging olahan yang mengandung nitrat meningkatkan risiko penyakit kanker lambung sebanyak tiga kali lipat. Nitrat digunakan sebagai pengawet dalam berbagai jenis daging. Ia dapat mengakibatkan pembentukan nitrosamin, yang dikenal bersifat karsinogen.
Selain itu, kolesterol dan asupan protein hewani terkait dengan subtipe beberapa penyakit kanker lambung dan kerongkongan (esofagus). Daging merah juga mengandung tingkat besi heme yang sangat tinggi, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker saluran pencernaan, termasuk kanker lambung. Diantara cara mengatur pola makan agar terhindari dari penyakit kanker lambung diantaranya adalah:
Pola makan tinggi buah dan sayuran
Peningkatan asupan buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung. Ini mungkin karena antioksidan dalam jumlah tinggi, mengurangi pembentukan nitrosamin.
Mengganti biji olahan dengan biji-bijian utuh
Asupan biji-bijian utuh (misalkan beras merah) dan serat makanan dikaitkan dengan penurunan tajam risiko kanker lambung. Sebaliknya, beberapa laporan menunjukkan bahwa konsumsi tinggi karbohidrat olahan meningkatkan risiko, mungkin karena konsumsi buah dan sayur lebih rendah dalam kasus ini.
Menghindari makanan yang asin
Natrium dapat mengiritasi lambung. Tingginya penggunaan garam meja dikaitkan dengan risiko kanker lambung, terutama di Asia, yang sering makan ikan asin, makanan olahan atau asin, dan makanan kedelai yang difermentasi dengan tambahan natrium.
Memelihara berat badan yang sehat
Orang gemuk memiliki risiko dua sampai empat kali lipat mengembangkan kanker lambung, dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal. Orang yang paling gemuk memiliki risiko hampir sembilan kali lipat.
Pola makan nabati tidak hanya bebas dari kolesterol dan lemak hewan, melainkan juga berguna untuk menurunkan berat badan. Pilihan terbaik adalah biji-bijian utuh (misalkan beras merah), sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, tanpa tambahan minyak. Dalam studi penelitian menggunakan pola makan nabati, rata-rata penurunan berat badan sekitar 0,45 kg per minggu.
Pasien yang didiagnosis dengan penyakit kanker lambung yang pola makannya lebih rendah dalam daging hewan memiliki kenaikan angka harapan hidup dibandingkan dengan pasien yang tidak menjalani pembatasan pola makan.
Dari berbagai sumber
Minggu, 25 November 2012
Chagas!!?
Penyakit Chagas juga disebut Amerika trypanosomiasis adalah penyakit parasit tropis yang disebabkan oleh protozoa berflagel '' Trypanosoma cruzi''. '' T. cruzi'' umumnya ditransmisikan ke manusia dan mamalia lainnya oleh serangga vektor, mengisap darah assassin bug dalam subfamili Triatominae (keluarga Reduviidae) umumnya spesies untuk '' Triatoma'', '' Rhodnius'' dan '' Panstrongylus'' genera. Penyakit juga menyebar melalui transfusi darah dan transplantasi organ, menelan makanan yang terkontaminasi dengan parasit, dan dari ibu ke janin-nya.
Gejala penyakit Chagas bervariasi selama infeksi. Pada tahap awal, akut, gejala ringan dan biasanya menghasilkan tidak lebih dari lokal pembengkakan pada tempat infeksi. Sebagai penyakit berkembang, selama bertahun-tahun, serius kronis gejala dapat muncul, seperti penyakit jantung dan malformasi usus. Jika tidak ditangani, penyakit kronis sering fatal. Obat perawatan umumnya tidak memuaskan; obat-obatan yang tersedia sangat beracun dan sering tidak efektif, khususnya digunakan untuk mengobati tahap kronis penyakit.
Penyakit Chagas terjadi secara eksklusif di Amerika, khususnya di daerah yang miskin, pedesaan Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan; sangat jarang, penyakit telah berasal dari Amerika Serikat. Serangga yang menyebarkan penyakit dikenal dengan berbagai nama lokal, termasuk '' vinchuca'' di Argentina, Bolivia dan Paraguay, '' barbeiro'' (the barber) di Brazil, '' chuparme '' di Kolombia, '' chinche'' di Amerika Tengah, '' chipo'', '' chupança'', '' chinchorro'', dan "kissing bug". Diperkirakan bahwa sebanyak 8 hingga 11 juta orang di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan memiliki penyakit Chagas, paling di antaranya tidak tahu mereka yang terinfeksi. Populasi berskala besar gerakan dari pedesaan ke perkotaan di Amerika Latin dan daerah lain di dunia telah meningkatkan distribusi geografis penyakit Chagas. Strategi pengendalian telah kebanyakan difokuskan pada menghilangkan vektor triatomine dan mencegah penularan dari sumber lain. Meskipun mengatasi gejala, infeksi, jika tidak diobati, tetap. Jarang, anak-anak (< 5%), atau orang dewasa mati dari radang infeksi berat dari otot jantung (myocarditis) atau otak (meningoencephalitis). Fase akut juga dapat parah pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. dan kebetulan laboratorium eksposur. Penyakit Chagas dapat juga menyebar congenitally (dari wanita hamil kepada bayinya) melalui plasenta, dan menyumbang sekitar 13% dari kematian anaknya di bagian Brasil.
Pada tahun 1991 pekerja pertanian di negara bagian Paraíba, Brazil, terinfeksi oleh makan terkontaminasi makanan; transmisi juga telah terjadi melalui Acai terkontaminasi jus buah kurma dan jus tebu. Meskipun banyak peringatan di pers dan oleh otoritas kesehatan, sumber ini infeksi terus berlanjut.
Diagnosis penyakit Chagas
Kehadiran '' T. cruzi'' diagnostik penyakit Chagas. Dapat dideteksi oleh pemeriksaan mikroskopik darah digumpalkan anti segar, atau mantel yang buffy, untuk motil parasit; atau dengan persiapan darah tipis dan tebal smear bernoda Giemsa, untuk langsung visualisasi parasit. Secara mikroskopis, '' T. cruzi'' bisa menjadi bingung dengan ''Trypanosoma rangeli'', yang tidak dikenal sebagai patogen manusia. Isolasi '' T. cruzi'' dapat terjadi dengan inokulasi ke tikus, oleh budaya di media khusus (misalnya, Zero, LIT); oleh xenodiagnosis, di mana tidak terinfeksi Reduviidae bug diberi makan darah pasien dan isi usus mereka diperiksa untuk parasit. dan Pencegahan umumnya berfokus pada Pertempuran vektor '' Triatoma'' dengan menggunakan semprotan dan cat mengandung insektisida (sintetis pyrethroids), dan meningkatkan perumahan dan kondisi sanitasi di daerah pedesaan. Untuk penduduk perkotaan, menghabiskan liburan dan kemping di padang gurun atau tidur di hostel atau lumpur rumah di daerah endemik dapat berbahaya; kelambu dianjurkan.
Sejumlah potensi vaksin yang saat ini sedang diuji. Vaksinasi ''Trypanosoma rangeli'' telah menghasilkan hasil yang positif pada hewan. Baru-baru ini, potensi DNA vaksin untuk immunotherapy akut dan kronis penyakit Chagas sedang diuji oleh beberapa kelompok-kelompok penelitian.
Transfusi darah adalah jalur transmisi kedua paling umum penyakit Chagas di banyak negara-negara Amerika Latin. Pada tahun 1993 serangkaian isolasi survei, mencari antibodi terhadap '' T. cruzi'' dalam darah donor, mengungkapkan bahwa kemungkinan menerima unit transfusi berpotensi terinfeksi di setiap negara bervariasi dari 1,4% untuk 18% di Argentina, Brasil, dan Chili, dan dapat hingga 48% di Bolivia. Menyarankan bahwa di daerah ini ada risiko tinggi transfusi memperoleh Chagas; jauh lebih tinggi daripada risiko yang dilaporkan untuk lain infeksi yang diperoleh melalui darah seperti hepatitis (0.1%) dan AIDS (0.1%) di daerah yang sama. Kemungkinan terinfeksi ketika menerima transfusi terinfeksi unit yang diasumsikan 20% untuk '' T. cruzi''. Vektor kontrol upaya telah, namun, mengakibatkan penurunan tingkat infeksi; prevalensi infeksi '' T. cruzi'' dalam sistem bank darah Brasil adalah 0.96% di tahun 1996, turun dari 2% pada 1970-an. Di kebanyakan negara di mana penyakit Chagas endemik, pengujian donor darah sudah wajib, karena hal ini dapat rute penting transmisi. FDA Amerika Serikat baru-baru ini memiliki lisensi tes antibodi terhadap '' T. cruzi'' untuk digunakan pada darah donor tapi tidak memiliki belum diamanatkan penggunaannya. Asosiasi Amerika bank darah merekomendasikan bahwa masa lalu penerima darah komponen dari donor yang ditemukan untuk menjadi terinfeksi diberitahu dan sendiri diuji.
Di masa lalu, darah disumbangkan dicampur dengan 0,25 g/L gentian Violet, yang membunuh parasit '' T. cruzi''. Antifungal agen Amfoterisin B telah diusulkan sebagai pengobatan lini kedua, tetapi biaya tinggi dan relatif tinggi toksisitas obat telah membatasi penggunaannya.
Penyakit Chagas manajemen
Ada dua pendekatan untuk mengobati penyakit Chagas, perawatan antiparasitic, untuk membunuh parasit; dan perawatan gejala, untuk mengelola gejala dan tanda-tanda infeksi.
Obat
Antiparasitic perawatan paling efektif awal dalam perjalanan dari infeksi tapi tidak terbatas pada kasus dalam fase akut. Obat pilihan termasuk azole atau nitro derivatif seperti benznidazole atau nifurtimox. Namun, perlawanan terhadap obat-obatan ini telah dilaporkan. Selain itu, sebuah studi 10 tahun pemerintahan kronis antiparasitic obat di Brasil telah mengungkapkan bahwa saat ini obat rejimen pengobatan tidak sepenuhnya menghapus parasitemia.
Manajemen komplikasi
Pada tahap kronis, perawatan melibatkan mengelola manifestasi klinis penyakit. Misalnya, alat pacu jantung dan obat-obatan untuk heartbeats tidak teratur, seperti amiodarone anti-arrhythmia obat, mungkin akan menyelamatkan beberapa pasien dengan penyakit jantung kronis, sementara pembedahan mungkin diperlukan untuk megaintestine hidup. Penyakit tidak dapat disembuhkan dalam fasa ini, namun. Penyakit hati kronis yang disebabkan oleh penyakit Chagas sekarang adalah alasan yang umum untuk operasi transplantasi jantung. Sampai saat ini, namun, penyakit Chagas dianggap kontraindikasi untuk prosedur, karena kerusakan hati bisa menjadi seperti parasit diharapkan untuk merebut peluang yang disediakan oleh imunosupresi yang mengikuti operasi. Tercatat bahwa tingkat kelangsungan hidup pada Chagas pasien dapat secara signifikan ditingkatkan dengan menggunakan dosis rendah siklosporin obat Imunosupresan. Baru-baru ini, terapi sel induk langsung otot jantung yang menggunakan sel transplantasi sumsum tulang telah terbukti secara dramatis mengurangi risiko gagal jantung di Chagas pasien.
Epidemiologi penyakit Chagas
Penyakit Chagas mempengaruhi 16-18 juta orang 2008, dengan sekitar 100 juta (25% dari populasi Amerika Latin) pada risiko memperoleh penyakit, menewaskan sekitar 20.000 orang per tahun. Chagas ada dua zona ekologi yang berbeda. Dalam kerucut selatan wilayah vektor utama tinggal di dan sekitar rumah manusia. Di Amerika Tengah dan Meksiko spesies vektor utama tinggal di dalam rumah maupun di wilayah tak berpenghuni. Di zona kedua Chagas terjadi hampir secara eksklusif di daerah pedesaan, di mana triatomine berkembang biak dan feed di atas 150 spesies dari 24 keluarga domestik dan liar Mamalia, serta manusia, yang reservoir alami '' T.cruzi''.
Vegetasi (seperti yang dari hutan hujan tropis) dan urban habitat yang tidak ideal untuk pembentukan siklus transmisi manusia. Namun, di daerah di mana sylvatic habitat dan fauna yang menipis oleh eksploitasi ekonomi dan tempat tinggal manusia, seperti di daerah-daerah baru gundul, piassava kelapa budaya daerah, dan beberapa bagian dari daerah Amazon, siklus transmisi manusia dapat berkembang sebagai serangga mencari sumber-sumber makanan baru.
Waduk utama satwa liar untuk ''Trypanosoma cruzi'' di Amerika Serikat termasuk opossums, raccoon, Armadillo, tupai, woodrats dan tikus. Tercatat prevalensi penyakit dalam Oposum di AS berkisar dari 8,3% studi tentang Raccoon di tenggara telah menghasilkan tingkat infeksi mulai dari 47% untuk rendah sebagai sebagai 15,5%. Selain itu kecil tikus termasuk tupai, tikus dan tikus sangat penting dalam siklus transmisi sylvatic karena kepentingannya sebagai sumber bloodmeal vektor serangga. Sebuah studi Texas mengungkapkan 17,3% persen '' T. cruzi'' prevalensi di 75 spesimen terdiri dari empat spesies hewan pengerat kecil yang berbeda.
Kronis penyakit Chagas tetap masalah kesehatan utama di negara Amerika Latin, meskipun efektifitas kebijakan higienis dan Pencegahan, seperti menghilangkan serangga transmisi, yang telah dikurangi menjadi nol infeksi baru dalam setidaknya dua negara di kawasan. Dengan peningkatan populasi gerakan, namun, kemungkinan transmisi oleh transfusi darah telah menjadi lebih besar di Amerika Serikat. Sekitar 500.000 orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat, yang kemungkinan terinfeksi imigrasi dari negara-negara Amerika Latin.
Beberapa Marka tanah telah dicapai dalam memerangi penyakit Chagas di Amerika Latin yang termasuk pengurangan 72% insiden manusia infeksi pada anak-anak dan dewasa muda di negara-negara selatan kerucut inisiatif, dan setidaknya dua negara (Uruguay, pada tahun 1997, dan Chili, tahun 1999) telah disertifikasi gratis penularan vectorial dan transfusional. Di Argentina vectorial transmisi terputus dalam 13 19 provinsi endemik. Meskipun lain vektor, khususnya '' T. brasiliensis'' dan '' T. pseudomaculata'', account untuk sebagian besar transmisi di wilayah timur laut.
Beberapa stepstones vektor kontrol:
Perangkap ragi telah diuji untuk memantau infestasi dari sejumlah spesies triatomine bug (''Triatoma sordida'', '' Triatoma brasiliensis'', ''Triatoma pseudomaculata'' dan ''Panstrongylus megistus'').
Hasil yang menjanjikan memperoleh dengan perawatan vektor habitat dengan jamur ''Beauveria bassiana''.
Menargetkan symbionts dari Triatominae melalui paratransgenesis.
Penyakit Chagas sejarah
Penyakit ini dinamai Brasil dokter dan infectologist Carlos Chagas, yang pertama kali menggambarkannya pada tahun 1909, tapi penyakit tidak dilihat sebagai masalah kesehatan masyarakat yang besar pada manusia sampai tahun 1960-an (pecahnya Chagas penyakit di Brasil pada 1920-an pergi diabaikan luas). Ia menemukan bahwa usus Triatomidae (sekarang Reduviidae: Triatominae) menyimpan protozoa berflagel, spesies baru dari genus '' Trypanosoma'', dan mampu membuktikan secara eksperimen bahwa itu bisa ditularkan kepada marmoset monyet-monyet yang digigit oleh bug terinfeksi. Penelitian lain menunjukkan bahwa squirrel monyet juga rentan terhadap infeksi.
Chagas bernama parasit patogen ''Trypanosoma cruzi'' kedua menghormati Oswaldo Cruz, seorang dokter Brasil dan epidemiologi yang berjuang berhasil epidemi demam kuning, cacar dan wabah bubonik di Rio de Janeiro dan kota lainnya di awal abad ke-20. Chagas' kerja unik dalam sejarah Kedokteran karena ia adalah peneliti hanya sejauh ini untuk menggambarkan '' semata-mata '' dan benar-benar sebuah penyakit menular yang baru: itspathogen, vektor, host, manifestasi klinis dan epidemiologi.
Namun demikian, ia percaya (palsu) sampai 1925 itu infeksi utama rute oleh gigitan serangga- dan tidak oleh kotoran yang, seperti diusulkan oleh rekannya Emile Brumpt pada 1915 dan diyakinkan oleh Silveira Dias pada tahun 1932, Cardoso pada tahun 1938, dan Brumpt dirinya pada tahun 1939. Chagas juga adalah yang pertama untuk tidak sadar menemukan dan menggambarkan jamur genus parasit '' pneumonia '', kemudian infamously untuk dihubungkan ke PCP (pneumonia pneumonia di korban AIDS)., dalam kehormatan dari Dr Salvador Mazza, dokter Argentina yang pada tahun 1926 mulai menyelidiki penyakit dan selama bertahun-tahun menjadi peneliti utama penyakit ini di negara. Dr Mazza diproduksi konfirmasi ilmiah pertama pada tahun 1927 keberadaan '' trypanosoma cruzi'' di Argentina, yang akhirnya mengarah ke dukungan dari lokal dan Eropa sekolah medis dan pembuat kebijakan pemerintah Argentina.
Telah disimpulkan bahwa Charles Darwin mungkin telah menderita dari penyakit Chagas sebagai akibat dari gigitan disebut bug hitam besar dari Pampas (vinchuca) (lihat Charles Darwin penyakit). Episode ini dilaporkan oleh Darwin hariannya pelayaran dari Beagle sebagai terjadi pada Maret 1835 di sebelah timur Andes dekat Mendoza. Darwin masih muda dan umumnya dalam kesehatan yang baik, meskipun enam bulan sebelumnya ia telah sakit selama sebulan dekat Valparaiso, tetapi pada 1837, hampir satu tahun setelah ia kembali ke Inggris, ia mulai menderita sebentar-sebentar dari sekelompok aneh gejala, menjadi lumpuh untuk sebagian besar sisa hidupnya. Upaya untuk menguji Darwin tetap di Westminster Abbey dengan menggunakan teknik-teknik modern PCR bertemu dengan penolakan oleh biara kurator.
Penyakit Chagas penelitian
Beberapa pengobatan eksperimental telah menunjukkan janji pada hewan. Ini termasuk inhibitor oxidosqualene cyclase dan squalene sintase, sistein protease inhibitor dermaseptins dikumpulkan dari katak dalam genus '' Phyllomedusa'' ('' P. oreades'' dan '' P. distincta''), sesquiterpene lactone dehydroleucodine (DhL) yang mempengaruhi pertumbuhan berbudaya epimastigotes ''Trypanosoma cruzi'', inhibitor purina pengambilan, diharapkan bahwa target obat baru dapat mengungkapkan mengikuti sequencing genom '' T. cruzi''.
Gejala penyakit Chagas bervariasi selama infeksi. Pada tahap awal, akut, gejala ringan dan biasanya menghasilkan tidak lebih dari lokal pembengkakan pada tempat infeksi. Sebagai penyakit berkembang, selama bertahun-tahun, serius kronis gejala dapat muncul, seperti penyakit jantung dan malformasi usus. Jika tidak ditangani, penyakit kronis sering fatal. Obat perawatan umumnya tidak memuaskan; obat-obatan yang tersedia sangat beracun dan sering tidak efektif, khususnya digunakan untuk mengobati tahap kronis penyakit.
Penyakit Chagas terjadi secara eksklusif di Amerika, khususnya di daerah yang miskin, pedesaan Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan; sangat jarang, penyakit telah berasal dari Amerika Serikat. Serangga yang menyebarkan penyakit dikenal dengan berbagai nama lokal, termasuk '' vinchuca'' di Argentina, Bolivia dan Paraguay, '' barbeiro'' (the barber) di Brazil, '' chuparme '' di Kolombia, '' chinche'' di Amerika Tengah, '' chipo'', '' chupança'', '' chinchorro'', dan "kissing bug". Diperkirakan bahwa sebanyak 8 hingga 11 juta orang di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan memiliki penyakit Chagas, paling di antaranya tidak tahu mereka yang terinfeksi. Populasi berskala besar gerakan dari pedesaan ke perkotaan di Amerika Latin dan daerah lain di dunia telah meningkatkan distribusi geografis penyakit Chagas. Strategi pengendalian telah kebanyakan difokuskan pada menghilangkan vektor triatomine dan mencegah penularan dari sumber lain. Meskipun mengatasi gejala, infeksi, jika tidak diobati, tetap. Jarang, anak-anak (< 5%), atau orang dewasa mati dari radang infeksi berat dari otot jantung (myocarditis) atau otak (meningoencephalitis). Fase akut juga dapat parah pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. dan kebetulan laboratorium eksposur. Penyakit Chagas dapat juga menyebar congenitally (dari wanita hamil kepada bayinya) melalui plasenta, dan menyumbang sekitar 13% dari kematian anaknya di bagian Brasil.
Pada tahun 1991 pekerja pertanian di negara bagian Paraíba, Brazil, terinfeksi oleh makan terkontaminasi makanan; transmisi juga telah terjadi melalui Acai terkontaminasi jus buah kurma dan jus tebu. Meskipun banyak peringatan di pers dan oleh otoritas kesehatan, sumber ini infeksi terus berlanjut.
Diagnosis penyakit Chagas
Kehadiran '' T. cruzi'' diagnostik penyakit Chagas. Dapat dideteksi oleh pemeriksaan mikroskopik darah digumpalkan anti segar, atau mantel yang buffy, untuk motil parasit; atau dengan persiapan darah tipis dan tebal smear bernoda Giemsa, untuk langsung visualisasi parasit. Secara mikroskopis, '' T. cruzi'' bisa menjadi bingung dengan ''Trypanosoma rangeli'', yang tidak dikenal sebagai patogen manusia. Isolasi '' T. cruzi'' dapat terjadi dengan inokulasi ke tikus, oleh budaya di media khusus (misalnya, Zero, LIT); oleh xenodiagnosis, di mana tidak terinfeksi Reduviidae bug diberi makan darah pasien dan isi usus mereka diperiksa untuk parasit. dan Pencegahan umumnya berfokus pada Pertempuran vektor '' Triatoma'' dengan menggunakan semprotan dan cat mengandung insektisida (sintetis pyrethroids), dan meningkatkan perumahan dan kondisi sanitasi di daerah pedesaan. Untuk penduduk perkotaan, menghabiskan liburan dan kemping di padang gurun atau tidur di hostel atau lumpur rumah di daerah endemik dapat berbahaya; kelambu dianjurkan.
Sejumlah potensi vaksin yang saat ini sedang diuji. Vaksinasi ''Trypanosoma rangeli'' telah menghasilkan hasil yang positif pada hewan. Baru-baru ini, potensi DNA vaksin untuk immunotherapy akut dan kronis penyakit Chagas sedang diuji oleh beberapa kelompok-kelompok penelitian.
Transfusi darah adalah jalur transmisi kedua paling umum penyakit Chagas di banyak negara-negara Amerika Latin. Pada tahun 1993 serangkaian isolasi survei, mencari antibodi terhadap '' T. cruzi'' dalam darah donor, mengungkapkan bahwa kemungkinan menerima unit transfusi berpotensi terinfeksi di setiap negara bervariasi dari 1,4% untuk 18% di Argentina, Brasil, dan Chili, dan dapat hingga 48% di Bolivia. Menyarankan bahwa di daerah ini ada risiko tinggi transfusi memperoleh Chagas; jauh lebih tinggi daripada risiko yang dilaporkan untuk lain infeksi yang diperoleh melalui darah seperti hepatitis (0.1%) dan AIDS (0.1%) di daerah yang sama. Kemungkinan terinfeksi ketika menerima transfusi terinfeksi unit yang diasumsikan 20% untuk '' T. cruzi''. Vektor kontrol upaya telah, namun, mengakibatkan penurunan tingkat infeksi; prevalensi infeksi '' T. cruzi'' dalam sistem bank darah Brasil adalah 0.96% di tahun 1996, turun dari 2% pada 1970-an. Di kebanyakan negara di mana penyakit Chagas endemik, pengujian donor darah sudah wajib, karena hal ini dapat rute penting transmisi. FDA Amerika Serikat baru-baru ini memiliki lisensi tes antibodi terhadap '' T. cruzi'' untuk digunakan pada darah donor tapi tidak memiliki belum diamanatkan penggunaannya. Asosiasi Amerika bank darah merekomendasikan bahwa masa lalu penerima darah komponen dari donor yang ditemukan untuk menjadi terinfeksi diberitahu dan sendiri diuji.
Di masa lalu, darah disumbangkan dicampur dengan 0,25 g/L gentian Violet, yang membunuh parasit '' T. cruzi''. Antifungal agen Amfoterisin B telah diusulkan sebagai pengobatan lini kedua, tetapi biaya tinggi dan relatif tinggi toksisitas obat telah membatasi penggunaannya.
Penyakit Chagas manajemen
Ada dua pendekatan untuk mengobati penyakit Chagas, perawatan antiparasitic, untuk membunuh parasit; dan perawatan gejala, untuk mengelola gejala dan tanda-tanda infeksi.
Obat
Antiparasitic perawatan paling efektif awal dalam perjalanan dari infeksi tapi tidak terbatas pada kasus dalam fase akut. Obat pilihan termasuk azole atau nitro derivatif seperti benznidazole atau nifurtimox. Namun, perlawanan terhadap obat-obatan ini telah dilaporkan. Selain itu, sebuah studi 10 tahun pemerintahan kronis antiparasitic obat di Brasil telah mengungkapkan bahwa saat ini obat rejimen pengobatan tidak sepenuhnya menghapus parasitemia.
Manajemen komplikasi
Pada tahap kronis, perawatan melibatkan mengelola manifestasi klinis penyakit. Misalnya, alat pacu jantung dan obat-obatan untuk heartbeats tidak teratur, seperti amiodarone anti-arrhythmia obat, mungkin akan menyelamatkan beberapa pasien dengan penyakit jantung kronis, sementara pembedahan mungkin diperlukan untuk megaintestine hidup. Penyakit tidak dapat disembuhkan dalam fasa ini, namun. Penyakit hati kronis yang disebabkan oleh penyakit Chagas sekarang adalah alasan yang umum untuk operasi transplantasi jantung. Sampai saat ini, namun, penyakit Chagas dianggap kontraindikasi untuk prosedur, karena kerusakan hati bisa menjadi seperti parasit diharapkan untuk merebut peluang yang disediakan oleh imunosupresi yang mengikuti operasi. Tercatat bahwa tingkat kelangsungan hidup pada Chagas pasien dapat secara signifikan ditingkatkan dengan menggunakan dosis rendah siklosporin obat Imunosupresan. Baru-baru ini, terapi sel induk langsung otot jantung yang menggunakan sel transplantasi sumsum tulang telah terbukti secara dramatis mengurangi risiko gagal jantung di Chagas pasien.
Epidemiologi penyakit Chagas
Penyakit Chagas mempengaruhi 16-18 juta orang 2008, dengan sekitar 100 juta (25% dari populasi Amerika Latin) pada risiko memperoleh penyakit, menewaskan sekitar 20.000 orang per tahun. Chagas ada dua zona ekologi yang berbeda. Dalam kerucut selatan wilayah vektor utama tinggal di dan sekitar rumah manusia. Di Amerika Tengah dan Meksiko spesies vektor utama tinggal di dalam rumah maupun di wilayah tak berpenghuni. Di zona kedua Chagas terjadi hampir secara eksklusif di daerah pedesaan, di mana triatomine berkembang biak dan feed di atas 150 spesies dari 24 keluarga domestik dan liar Mamalia, serta manusia, yang reservoir alami '' T.cruzi''.
Vegetasi (seperti yang dari hutan hujan tropis) dan urban habitat yang tidak ideal untuk pembentukan siklus transmisi manusia. Namun, di daerah di mana sylvatic habitat dan fauna yang menipis oleh eksploitasi ekonomi dan tempat tinggal manusia, seperti di daerah-daerah baru gundul, piassava kelapa budaya daerah, dan beberapa bagian dari daerah Amazon, siklus transmisi manusia dapat berkembang sebagai serangga mencari sumber-sumber makanan baru.
Waduk utama satwa liar untuk ''Trypanosoma cruzi'' di Amerika Serikat termasuk opossums, raccoon, Armadillo, tupai, woodrats dan tikus. Tercatat prevalensi penyakit dalam Oposum di AS berkisar dari 8,3% studi tentang Raccoon di tenggara telah menghasilkan tingkat infeksi mulai dari 47% untuk rendah sebagai sebagai 15,5%. Selain itu kecil tikus termasuk tupai, tikus dan tikus sangat penting dalam siklus transmisi sylvatic karena kepentingannya sebagai sumber bloodmeal vektor serangga. Sebuah studi Texas mengungkapkan 17,3% persen '' T. cruzi'' prevalensi di 75 spesimen terdiri dari empat spesies hewan pengerat kecil yang berbeda.
Kronis penyakit Chagas tetap masalah kesehatan utama di negara Amerika Latin, meskipun efektifitas kebijakan higienis dan Pencegahan, seperti menghilangkan serangga transmisi, yang telah dikurangi menjadi nol infeksi baru dalam setidaknya dua negara di kawasan. Dengan peningkatan populasi gerakan, namun, kemungkinan transmisi oleh transfusi darah telah menjadi lebih besar di Amerika Serikat. Sekitar 500.000 orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat, yang kemungkinan terinfeksi imigrasi dari negara-negara Amerika Latin.
Beberapa Marka tanah telah dicapai dalam memerangi penyakit Chagas di Amerika Latin yang termasuk pengurangan 72% insiden manusia infeksi pada anak-anak dan dewasa muda di negara-negara selatan kerucut inisiatif, dan setidaknya dua negara (Uruguay, pada tahun 1997, dan Chili, tahun 1999) telah disertifikasi gratis penularan vectorial dan transfusional. Di Argentina vectorial transmisi terputus dalam 13 19 provinsi endemik. Meskipun lain vektor, khususnya '' T. brasiliensis'' dan '' T. pseudomaculata'', account untuk sebagian besar transmisi di wilayah timur laut.
Beberapa stepstones vektor kontrol:
Perangkap ragi telah diuji untuk memantau infestasi dari sejumlah spesies triatomine bug (''Triatoma sordida'', '' Triatoma brasiliensis'', ''Triatoma pseudomaculata'' dan ''Panstrongylus megistus'').
Hasil yang menjanjikan memperoleh dengan perawatan vektor habitat dengan jamur ''Beauveria bassiana''.
Menargetkan symbionts dari Triatominae melalui paratransgenesis.
Penyakit Chagas sejarah
Penyakit ini dinamai Brasil dokter dan infectologist Carlos Chagas, yang pertama kali menggambarkannya pada tahun 1909, tapi penyakit tidak dilihat sebagai masalah kesehatan masyarakat yang besar pada manusia sampai tahun 1960-an (pecahnya Chagas penyakit di Brasil pada 1920-an pergi diabaikan luas). Ia menemukan bahwa usus Triatomidae (sekarang Reduviidae: Triatominae) menyimpan protozoa berflagel, spesies baru dari genus '' Trypanosoma'', dan mampu membuktikan secara eksperimen bahwa itu bisa ditularkan kepada marmoset monyet-monyet yang digigit oleh bug terinfeksi. Penelitian lain menunjukkan bahwa squirrel monyet juga rentan terhadap infeksi.
Chagas bernama parasit patogen ''Trypanosoma cruzi'' kedua menghormati Oswaldo Cruz, seorang dokter Brasil dan epidemiologi yang berjuang berhasil epidemi demam kuning, cacar dan wabah bubonik di Rio de Janeiro dan kota lainnya di awal abad ke-20. Chagas' kerja unik dalam sejarah Kedokteran karena ia adalah peneliti hanya sejauh ini untuk menggambarkan '' semata-mata '' dan benar-benar sebuah penyakit menular yang baru: itspathogen, vektor, host, manifestasi klinis dan epidemiologi.
Namun demikian, ia percaya (palsu) sampai 1925 itu infeksi utama rute oleh gigitan serangga- dan tidak oleh kotoran yang, seperti diusulkan oleh rekannya Emile Brumpt pada 1915 dan diyakinkan oleh Silveira Dias pada tahun 1932, Cardoso pada tahun 1938, dan Brumpt dirinya pada tahun 1939. Chagas juga adalah yang pertama untuk tidak sadar menemukan dan menggambarkan jamur genus parasit '' pneumonia '', kemudian infamously untuk dihubungkan ke PCP (pneumonia pneumonia di korban AIDS)., dalam kehormatan dari Dr Salvador Mazza, dokter Argentina yang pada tahun 1926 mulai menyelidiki penyakit dan selama bertahun-tahun menjadi peneliti utama penyakit ini di negara. Dr Mazza diproduksi konfirmasi ilmiah pertama pada tahun 1927 keberadaan '' trypanosoma cruzi'' di Argentina, yang akhirnya mengarah ke dukungan dari lokal dan Eropa sekolah medis dan pembuat kebijakan pemerintah Argentina.
Telah disimpulkan bahwa Charles Darwin mungkin telah menderita dari penyakit Chagas sebagai akibat dari gigitan disebut bug hitam besar dari Pampas (vinchuca) (lihat Charles Darwin penyakit). Episode ini dilaporkan oleh Darwin hariannya pelayaran dari Beagle sebagai terjadi pada Maret 1835 di sebelah timur Andes dekat Mendoza. Darwin masih muda dan umumnya dalam kesehatan yang baik, meskipun enam bulan sebelumnya ia telah sakit selama sebulan dekat Valparaiso, tetapi pada 1837, hampir satu tahun setelah ia kembali ke Inggris, ia mulai menderita sebentar-sebentar dari sekelompok aneh gejala, menjadi lumpuh untuk sebagian besar sisa hidupnya. Upaya untuk menguji Darwin tetap di Westminster Abbey dengan menggunakan teknik-teknik modern PCR bertemu dengan penolakan oleh biara kurator.
Penyakit Chagas penelitian
Beberapa pengobatan eksperimental telah menunjukkan janji pada hewan. Ini termasuk inhibitor oxidosqualene cyclase dan squalene sintase, sistein protease inhibitor dermaseptins dikumpulkan dari katak dalam genus '' Phyllomedusa'' ('' P. oreades'' dan '' P. distincta''), sesquiterpene lactone dehydroleucodine (DhL) yang mempengaruhi pertumbuhan berbudaya epimastigotes ''Trypanosoma cruzi'', inhibitor purina pengambilan, diharapkan bahwa target obat baru dapat mengungkapkan mengikuti sequencing genom '' T. cruzi''.
Sabtu, 24 November 2012
Jenis Otot Manusia
Kali ini kita akan membahas jenis otot pada manusia yang merupakan salah satu sistem gerak yang dimiliki manusia. Tulang merupakan bagian penting untuk pergerakan, namun tulang tidak dapat bergerak sendiri. Oleh karenanya tulang disebut alat gerak pasif. Bagian tubuh yang dapat melakukan pergerakan adalah otot. Hal ini karena otot mampu memendek dan memanjang sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Cobalah kamu perhatikan otot yang ada di lengan atasmu. Dapatkah kamu menemukan perbedaan pada saat lengan diluruskan dan lengan dilipat? Kamu dapat melipat lengan bawah karena otot biseps memendek. Jika otot biseps tidak bisa memendek maka tidak mungkin kamu dapat melipat lengan bawahmu. Secara garis besar otot dapat dibedakan menjadi otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
1. Otot Lurik
Otot ini jika dilihat menggunakan mikroskop akan tampak bagian gelap dan terang (lurik). Otot lurik merupakan otot yang berfungsi dalam melakukan gerakan. Otot ini menunjang pergerakan, bekerja sama dengan tulang untuk pergerakan. Memendeknya (kontraksi) otot lurik dapat dikendalikan sesuai dengan kemauan manusia.
2. Otot Polos
Otot ini jika dilihat menggunakan mikroskop tampak polos. Tidak ada bagian yang gelap dan terang seperti halnya pada otot lurik. Otot polos merupakan penyusun organorgan tubuh bagian dalam, misalnya saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Kontraksi otot polos tidak dapat dikendalikan secara sadar sehingga kamu tidak dapat menentukan kapan usus harus berkontraksi dan kapan harus berhenti. Otot polos bekerja di luar kesadaran manusia.
3. Otot Jantung
Otot jantung tampak seperti otot lurik, namun kontraksi otot ini tidak dapat dikendalikan secara sadar. Oleh karena itu, kamu tidak dapat mengendalikan kapan jantung harus berdenyut cepat dan kapan harus berdenyut lambat.
1. Otot Lurik
Otot ini jika dilihat menggunakan mikroskop akan tampak bagian gelap dan terang (lurik). Otot lurik merupakan otot yang berfungsi dalam melakukan gerakan. Otot ini menunjang pergerakan, bekerja sama dengan tulang untuk pergerakan. Memendeknya (kontraksi) otot lurik dapat dikendalikan sesuai dengan kemauan manusia.
2. Otot Polos
Otot ini jika dilihat menggunakan mikroskop tampak polos. Tidak ada bagian yang gelap dan terang seperti halnya pada otot lurik. Otot polos merupakan penyusun organorgan tubuh bagian dalam, misalnya saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Kontraksi otot polos tidak dapat dikendalikan secara sadar sehingga kamu tidak dapat menentukan kapan usus harus berkontraksi dan kapan harus berhenti. Otot polos bekerja di luar kesadaran manusia.
3. Otot Jantung
Otot jantung tampak seperti otot lurik, namun kontraksi otot ini tidak dapat dikendalikan secara sadar. Oleh karena itu, kamu tidak dapat mengendalikan kapan jantung harus berdenyut cepat dan kapan harus berdenyut lambat.
Jumat, 23 November 2012
Persendian Manusia
Hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain disebut persendian. Pada ujung-ujung tulang terdapat tulang rawan yang merupakan bantalan sehingga tulang tidak langsung bertemu dengan tulang lain.
Tulang-tulang pada persendian diikat oleh suatu bahan yang kuat dan lentur yang disebut ligamen. Cobalah kamu amati sambungan pada tulang kaki ayam. Kamu akan sulit memisahkan antara tulang satu dengan tulang lainnya karena ada semacam “daging” berwarna putih kekuningan yang sangat liat. Bagian yang liat dan lentur itulah ligamen. Persendian diikat pula oleh otot-otot yang sangat kuat. Keadaan inilah yang membuat sendi memungkinkan adanya pergerakan, namun tulang-tulangnya tidak lepas satu sama lain. Ruang yang terbentuk antara kedua tulang itu terisi oleh minyak sendi yang dihasilkan oleh membran sendi.
Persendian memegang peran penting dalam pergerakan tubuh. Dengan adanya sendi, kaki dan tanganmu dapat dilipat, diputar, dan sebagainya. Tanpa sendi kamu akan sulit bergerak bahkan tidak dapat bergerak sama sekali. Memang ada persendian yang sangat kaku sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan. Namun, banyak persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan.
Berdasarkan sifat gerak inilah, sendi dibedakan menjadi sendi mati (sinartrosis), sendi gerak (diartorsis), dan sendi kaku (amfiartrosis). Sendi mati adalah hubungan antartulang yang tidak dapat digerakkan, contohnya pada tulang tengkorak. Sendi gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadi gerakan tulang secara bebas. Adapun sendi kaku adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara terbatas, contohnya adalah tulang pergelangan tangan.
Berdasarkan bentuknya, persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan dibagi menjadi lima bentuk, yaitu:
- Sendi peluru, memungkinkan gerakan yang bebas hampir ke segala arah, misalnya sendi antara lengan atas dan bahu.
- Sendi engsel, memungkinkan gerakan satu bidang seperti pada engsel pintu atau jendela, misalnya sendi pada siku dan lutut.
- Sendi putar, memungkinkan gerakan memutar, misalnya sendi pada tulang leher.
- Sendi geser, memungkinkan pergeseran antar tulang, misalnya sendi yang terdapat pada tulang belakang.
- Sendi pelana, memungkinkan gerakan memutar dan melengkung, misalnya sendi pada ibu jari.
Langganan:
Postingan (Atom)